Mau Putuskan Stop Bekerja dan Menjadi Freelance? Perhatikan dulu ini!

2023-02-02 09:24:58 || Author : Muhamad Mirzan Hasan Bisri, SE, QWP®, AWP®, RPP®
Bisa bekerja dengan bebas tanpa tekanan siapapun tentu menjadi dambaan setiap orang agar tetap berpenghasilan namun tanpa target dan tanpa paksaan siapapun. Pekerjaan yang dinamakan freelance tentu saat ini sangat didambakan karena ada beberapa jenis pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan sambil dirinya bekerja untuk perusahaan. Pekerjaan freelance memang bisa dinilai sebagai pekerjaan yang bisa menambah pemasukan. Namun mau bagaimanapun bekerja sendiri atau freelance tetap memiliki target pekerjaan atau target jumlah klien untuk mengukur sejauh mana kemampuan seseorang bisa bekerja dan sejauh mana seseorang dituntut mengasilkan pundi-pundi rupiah dari hasil pekerjaan freelance nya itu.
Memutuskan menjadi seorang freelancer atau yang sering disebut juga pekerja lepas atau pekerja mandiri itu tentu tidak mudah. Biasanya seseorang bisa mendapatkan penghasilan yang sifatnya pasti setiap bulan dari perusahaan tempatnya bekerja, namun setelah memutuskan menjadi seorang pekerja lepas tentu pemasukan itu ditentukan dari seberapa banyak seseorang bisa memperoleh pekerjaan atau proyek dari kliennya. Apalagi bagi mereka yang memutuskan untuk menjadi seorang freelancer tanpa pertimbangan kesiapan diri, ilmu berbisnis, kesehatan finansial, dan kecukupan cadangan finansial bisa menyebabkan seseorang kehilangan segalanya seperti harta hingga kerusakan mental yang harus dialami jika bisnis barunya mengalami kegagalan.
Jika seseorang sudah memutuskan menjadi seorang freelancer dan keluar dari pekerjaan di kantornya tentu harus mempertimbangkan  bahwa benefit, kemudahan dan kepastian seperti gaji, jaminan kesehatan, tunjangan hari tua semua hal tersebut tidak akan didapatkan kembali. Hal tersebut yang menuntut seseorang harus mempersiapkan banyak hal sebelum memutuskan untuk Stop dari pekerjaan tetapnya.
Tidak hanya kemudahan dan kepastian diatas yang bisa hilang namun kesempatan bekerja kembali ditemapat bekerja sebelumnya tentu akan sulit didapatkan jika seseorang sudah memutuskan untuk berhenti dengan alasan bisnis. Apalagi jika seseorang sudah menginjakan usia lanjut dan memutuskan resign, lalu ketika sudah mulai berkiprah dalam bisnis maupun menjadi pekerja lepas ternyata bisnisnya dilanda kesulitan mendapatkan proyek atau klien dan dinyatakan gagal, maka tentu perusahaan tidak bisa menerimanya kembali dengan alasan usia yang sudah tidak muda lagi seperti sedia kala.
Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh pekerja lepas antara lain fotografer pernikahan, penulis artikel media, jasa jahit pakaian, pengisi suara sinema kartun, web developer, IT Programmer, konsultan perusahaan, digital marketing hingga ke penjual karya digital. Semua jenis pekerjaan freelance bisa dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan di kantor maka dariitu banyak orang yang merasa jika pekerjaan freelance bisa menggantikan pekerjaan kantornya suatu saat nanti.
Alasan terbesar seseorang untuk memutuskan keluar dari pekerjaannya dan menjadi freelance adalah “Untuk mengejar mimpi dan passion”. Menjadi seorang pekerja lepas nampaknya memang menyenangkan bisa bekerja sesuka hati dengan bebas, cukup dengan mengerjakan pekerjaan yang disenangi saja dan bisa bergaul secara luas. Dibalik kenyamanan itu semua ternyata banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan waktu yang cukup matang. Kondisi keuangan yang terencana, rencana pekerjaan, model bisnis serta jaringan bisnis untuk mendapatkan proyek dari klien kedepannya. Jika tidak dipenuhi hal demikian, maka seorang freelancer tentu akan menghadapi hal yang sangat menyulitkan.
Dibalik kenyamanan yang difikirkan menjadi seorang freelancer harus memiliki keberanian untuk menghadapi kesulitan mendapatkan penghasilan karena sulitnya mendapatkan klien dan proyek, maka dari itu perlu nyali yang besar untuk dihadapkan dengan penghasilan yang tidak menentu. Seorang freelance memiliki pola penghasilan yang tidak teratur, bisa jadi dalam 2 (dua) bulan belakangan bisa mendapatkan proyek yang cukup besar, namun belum tentu dalam beberapa bulan kedepan dapat proyek yang sama besar, atau bahkan tidak dapat proyek sama sekali.
Maka seorang freelance harus mempersiapkan ketidakpastian itu dengan cara membangun peluang-peluang yang menghasilkan pemasukan tambahan seperti :

  1. Menulis
    Jika seseorang suka menulis buku, artikel coba manfaatkan dengan mendaftarkan diri kepada portal penerbit majalah ataupun surat kabar untuk menjadi pengisi kolom artikelnya

  2. Memiliki Kendaraan Mobil / Motor
    Memiliki kendaraan seperti mobil dan motor yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan menjadi sumber pemasukan tambahan dengan cara disewakan, dengan tambahan budget untuk menambahkan GPS yang ditempel pada kendaraan secara rahasia tentu bisa menambah keamanan dari risiko pencurian kendaraan sewa. Apalagi jika rumahmu berada pada daerah wisata seperti Bali / Yogyakarta yang sangat dibutuhkan sewa kendaraan dengan waktu sewa per hari dengan cukup menggiurkan, namun perlu diperhitungkan juga biaya yang timbul untuk perawatan kendaraanya.

  3. Memiliki Peralatan Kamera
    Memiliki kamera lengkap dengan pelatannya bisa menjadi peluang untuk dibuka jasa sewa kamera, namun jika kamu memiliki keahlian dalam fotografi tentu ini bisa menjadi nilai tambah kamu untuk sekaligus membuka jasa fotografi pernikahan atau event.

  4. Dll.


Dalam hal keuangan seorang pekerja lepas akan menemukan 4 ketakutan yaitu ketakutan karena penghasilan tidak menentu, harus menbayar pajak sendiri, tidak memiliki asuransi kantor dan tidak memiliki uang pensiun. Hal ini perlu disiasati secepat mungkin, tips yang paling tepat adalah sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kantor, maka seorang freelancer harus memikirkan hal ini terlebih dahulu. Jika dinyatakan siap dengan konsekuensinya maka hal yang pertama dilakukan adalah persiapkan dahulu koneksi untuk dengan membangun beberapa proyek tanpa keluar dahulu dari pekerjaan kantor. Setelah dirasa pekerjaan freelance ini sudah dianggap seattle dan kuat bisa memberikan jaminan penghidupan sehari-hari maka seseorang bisa sepenuhnya berhenti dari pekerjaan kantornya.
Penghasilan yang tidak menentu akan dialami oleh seorang freelancer maka dari itu harus bisa menyiasati kebutuhan yang sifatnya pokok dan berulang. Dengan demikian seorang freelancer dituntut harus memiliki catatan anggaran atau budgeting untuk menghindari kekurangan dana atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kedepannya. Hal yang harus dilakukan dalam melakukan perencanaan anggaran antara lain :

  1. Catat seluruh kebutuhan
    Untuk membuat catatan kebutuhan untuk mempersiapkan budget adalah seseorang harus mengetahui barang apa saja yang harus dibeli dan menghabiskan seberapa banyak uang. Tuliskan terlebih dahulu mulai dari pengeluaran yang paling penting seperti biaya sewa rumah atau cicilan kredit rumah, biaya internet, biaya listrik, biaya tagihan air, makanan pokok, uang transport, pajak kendaraan serta kebutuhan perlengkapan pendidikan dan bekerja sebagai seorang freelance.

  2. Bayar Premi Asuransi
    Dikarenakan seorang freelance sudah tidak ada yang menanggung lagi asuransinya, maka seorang pekerja lepas harus memiliki asuransi sendiri dan mendaftarkan seluruh anggota keluarganya. Dengan adanya asuransi seorang freelance akan terhindar dari kerugian ekonomi yang diakibatkan sakit yang mengharuskan dirawat dirumah sakit, atau meninggal dunia.

  3. Memiliki Dana Darurat Yang Lebih Besar
    Pemasukan yang tidak menentu menuntut para freelance harus memiliki dana darurat bahkan lebih besar daripada para karyawan pada umumnya yang memiliki gaji pasti setiap bulannya. Karyawan biasa yang biasanya dituntut memiliki 9 kali hingga 12 kali pengeluaran bulanan yang disimpan pada rekening dana darurat, maka seorang freelancer dituntut harus memiliki minimal 16 kali hingga 20 kali pengeluaran bulanan. Dikarenakan proyek yang didapatkan belum tentu pasti setiap bulan datang, maka dana darurat lah yang sementara akan memenuhi kebutuhan dasar dari seorang freelance.

  4. Berinvestasi untuk dana Pensiun
    Seorang freelance tidak memiliki jaminan hari tua yang dikelola oleh DPLK yang diwakilkan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Maka dari itu seorang pekerja lepas harus memiliki tabungan investasi untuk masa pensiunnya nanti. Dengan demikian seorang pekerja lepas harus memaksakan dirinya mempelajari ilmu dari perencanaan keuangan dan investasi untuk menghindari dari kegagalan dan tipu muslihat investasi bodong.
    Berikut hal yang perlu diperhatikan sebeum seseorang memutuskan menjadi seorang freelance. Dengan demikian jika anda dirasa sudah siap terhadap kemungkinan terburuk terjadi dan mempersiapkannya maka secara perlahan anda bisa sepenuhnya berhenti dari tempat kantor anda bekerja sembari bisnis dari pekerjaan freelance anda sambil berjalalan dan bertumbuh. Selalu ingat “Belanjakankah uang hasil keringatmu, bukan uang pinjamanmu” ini mejelaskan bahwa kurangilah untuk berutang, dan jangan lupa selalu sisihkan , bukan sisakan untuk berinvestasi di awal dari setiap pemasukan yang didapat.